Menu Close

Pelarangan Ekspor Nikel Ancam Pengusaha Tambang Nasional [newline]harga Patokan Ekspor Tambang Naik Per April

Dilansir dari The Coal Hub, pada 2019 Indonesia mengekspor 38 juta ton batu bara tiap bulannya. Artinya produksi logam baterai mobil listrik pada semester-I 2021 meningkat pesat dibandingkan 2020. Sebagai informasi, EV Metal Index adalah indeks yang mengukur nilai logam yang digunakan untuk membuat baterai mobil listrik di seluruh dunia. Sementara dari sisi produksi, perseroan menargetkan produksi batubara sebanyak 19-19,9 juta ton. Produksi ini berasal dari tambang Indominco Mandiri, Group Melak-Trubaindo dan Bharinto, Kitadin Embalut dan Tandung Mayang, serta Jorong. Sejauh ini, Tiongkok masih menjadi penyumbang utama penjualan sebesar 30%, Indonesia 19%, Jepang 16% dan negara-negara lainnya.

Ekspor tambang

Meski demikian, Suhariyanto mengakui hanya sektor pertanian saja yang mencatatkan kinerja ekspor positif, di mana secara tahunan mencapai sebesar 12,24 persen year-on-year. Untuk sektor pertanian secara bulanan, terdapat peningkatan di bulan September 2019 dibandingkan bulan Agustus 2019, dengan nilai ekspor yang meningkat 5,27 persen secara month-to-month. Sementara ekspor sektor pertanian, lanjut Suhariyanto, juga tercatat mengalami peningkatan tipis sekitar 5,27 persen month-to-month, menjadi US$0,36 miliar. “HPE produk pertambangan periode November 2020 yang mengalami fluktuasi, diantaranya komoditas konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu. Harga beberapa komoditas produk pertambangan mengalami kenaikan dikarenakan adanya permintaan dunia yang meningkat,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Oktober 2020. Negara tujuan utama untuk ekspor batubara Indonesia adalah China, India, Jepang dan Korea Selatan.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan nilai ekspor yaitu tembaga dan barang dari tembaga naik US$ 23,3 juta; barang dari dari besi baja naik US$ 14,eight juta’ serta nikel dan barang daripadanya US$ 4,6 juta. Untuk sektor pertanian mengalami penurunan cukup dalam yaitu 17,99 persen menjadi USD 290 juta. Penyebabnya adalah melemahnya kinerja produksi pertanian hingga penurunan harga global. Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia dianugerahi sumber daya tambang nikel yang merupakan bahan baku dalam pembuatan baterai lithium untuk mobil listrik. Permintaan pada komoditas nikel diproyeksikan bakal terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya orang beralih ke mobil listrik.

Pemerintah memutuskan untuk memperbolehkan ekspor mineral , namun kegiatan pemerintah akan memberlakukan bea keluar sebesar 20 persen. Bea keluar ini berlaku sama untuk 14 jenis tambang mineral yang dijelaskan dalam pasal 3 ayat Permen ESDM No 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral. Eko Suwardi juga menekankan terhadap generasi muda agar mau peduli tentang perkembangan sektor pertambangan.

Sanksi tegas diberlakukan dikarenakan 34 perusahaan tersebut tidak memenuhi kewajiban pasokan batu bara dalam negeri alias domestik market obligation , sesuai kontrak penjualan dengan PT PLN dan atau PT PLN Batu Bara Periode 1 Januari-31 Juli 2021. Nilai kumulatif ekspor pertanian dari Januari sampai Mei 2021 sebesar US$ 1,sixty two miliar atau naik 13,39 dari posisi kumulatif Januari sampai Mei 202 yang sebesar US$ 1,43 miliar. [newline]Untuk nilai kumulatif ekspor migas dari Januari sampai Mei 2021 sebesar US$ 4,55 miliar atau naik 35,43% secara YOY. Pada Januari sampai Mei 2020 nilai ekspor sektor migas hanya US$ three,36 miliar. Komoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan ekspor hingga US$ 281,9 juta.

Sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan dan berbagai jenis tambang mineral dalam waktu cepat atau lambat suatu saat akan mengalami kelangkaan atau bahkan tidak dapat ditemukan lagi. Padahal keberadaan sumber daya alam tersebut di bumi Indonesia belum secara optimum dirasakan manfaatnya oleh rakyat. UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara telah mengatur upaya peningkatan nilai tambah pertambangan mineral dengan kewajiban untuk melakukan pengolahan dan pemunian hasil tambang mineral di dalam negeri.

Menurut dia ketahanan energi nasional merupakan ruang strategis yang harus diprioritaskan. Ini merupakan amanat undang-undang, bahwa sumber daya alam , termasuk batu bara, harus diprioritaskan terlebih dahulu untuk kepentingan di dalam negeri, baru setelahnya dapat diekspor. Ini berarti bahwa sampai dengan bulan Juni 2023, perusahaan tambang masih diperbolehkan untuk melakukan ekspor hasil tambang dalam bentuk mentah. Baru setelah tanggal tersebut, mereka yang masih melakukan ekspor dalam bentuk mentah, akan mendapatkan sanksi hukum. Sementara dari sisi nonmigas, sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sektor pertambangan, yaitu sebesar ninety two,eight persen secara tahunan.