Menu Close

Ekspor Tambang Dan Pertanian Positif, Migas Serta Industri Pengolahan Jeblok

Selain itu, dalam PP no.1 tahun 2017 ada batasan waktu IUPK yang dapat izin rekomendasi ekspor selama lima tahun. Syarat berikutnya selama jangka waktu tersebut IUPK harus membangun pabrik pengolahan dan pemurnian bahan mineral . Hasil industri menjadi satu-satunya kelompok yang mampu tumbuh positif sepanjang Januari hingga November 2020. Menurut sektor, secara kumulatif sektor pertanian menjadi satu-satunya yang tumbuh positif yaitu 2,88 persen menjadi USD2,57 miliar jika dibandingkan tahun 2018. Hanya saja kontribusi terhadap whole ekspor adalah yang terkecil yaitu 2,07 persen. Sementara untuk ekspor produk migas ekspornya anjlok paling dalam yaitu 25,27 persen dari USD12,sixty one miliar menjadi USD9,forty two miliar.

Di tengah pandemi virus corona,ekspor Indonesia hingga Maret 2020 masih 2,91% dibandingkan bulan sebelumnya. Sektor pertambangan menurun 12,33% dari US$ 6,4 miliar pada Januari-Maret 2019 menjadi US$ 5,6 miliar. Penurunan juga terjadi pada barang ekspor migas sebesar 34,15% menjadi US$ 2,3 miliar. Dalam aturan itu dijelaskan bahwa pemerintah telah memberikan batas waktu selama tiga tahun, terhitung sejak Undang-Undang itu diterbitkan, pengusaha tambang tidak boleh menjual hasil tambang mereka ke luar negeri, sebelum dilakukan pemurnian melalui fasilitas smelter di dalam negeri. Dilansir dari Forbes, pada tahun 2020 produksi nikel Indonesia mencapai 2,5 juta ton, menguasi 60 persen produksi nikel di dunia. Dengan produksi sebesar itu, Indonesia memegang 20 persen ekspor nikel untuk memenuhi kebutuhan dunia.

Oleh karena itu, banyak perusahaan Indonesia dan keluarga kaya memutuskan untuk mengakuisisi konsesi pertambangan batubara di pulau Sumatera atau Kalimantan pada akhir tahun 2000an. Namun, pihaknya belum menerima daftar perusahaan yang akan direkomendasikan menjadi eksportir bahan tambang mineral. JAKARTA – Pemerintah akan membatasi dan mengatur kuota ekspor bahan tambang mineral mulai tahun 2012, selain mengenakan bea keluar sekitar 20%.

Tinggal bagaimana pemerintah daerah bisa bersinergi untuk memaksimalkan keberadaannya. “Rekomendasi dari Dirjen Minerba tersebut sekurang-kurangnya berisi jenis, nomor pos tarif/HS, jumlah yang diekspor, jangka waktu, pelabuhan muat, dan negara tujuan ekspor Produk Pertambangan,” tulis aturan tersebut. Konsekuensi Fasilitas Margin hanya apabila ratio kewajiban mencapai 75%, maka akan dilakukan forced-sell sesuai dengan ketentuan manajemen risiko IndoPremier. Apabila ratio kewajiban mencapai 90%, maka akan dilakukan forced-sell sesuai dengan ketentuan manajemen risiko IndoPremier. Batas waktu maksimum penggunaan Fasilitas Limit Regular adalah 5 hari bursa apabila tidak dilakukan penyetoran dana tambahan atas pembelian yang melebihi dana tersedia, maka akan dilakukan forced-sell sesuai dengan ketentuan manajemen risiko IndoPremier.

Ekspor tambang

Sebab permintaan global saat ini untuk beberapa produk mineral cukup tinggi. Dampak dari peraturan hilirisasi itu, beberapa penambangan mineral berskala kecil telah menghentikan operasi. Sementara, beberapa perusahaan tambang skala besar mengurangi kegiatan produksi. Hal ini tidak hanya berdampak pada penambang itu sendiri, tetapi memiliki dampak yang signifikan terhadap pendapatan ekspor, pajak, dan royalti, serta perkembangan ekonomi domestik. “Resources kita di sektor minerba itu sangat besar, karenanya agar pendapatan negara meningkat perlu ada kebijakan yang tepat,” tegas Budi.

“Anak cucu akan kesulitan cari batu bara. Yang tadi itu untuk PTBA saja. Ini kalau ditarik ke stage nasional, bisa jadi isu besar,” ucapnya. Beberapa waktu lalu bahkan pemerintah berencana mengenakan sanksi pelarangan ekspor apabila pengusaha tidak membawa DHE ke dalam negeri. Namun demikian, hal ini dibantah oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Oleh sebab itu, lanjut dia, ekspor SDA di sektor ESDM akan diwajibkan menggunakan Letter of Credit (L/C). Sebetulnya ketentuan ini pernah akan diterapkan pada 2013, namun akhirnya dibatalkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan Pertama menjelaskan, di PP tersebut tercantum perubahan ketentuan tentang cara ekspor untuk mineral logam. Industri pertambangan merupakan sektor yang sangat potensial untuk mengurangi defisit neraca perdagangan karena sektor ini menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi devisa negara dan memberikan kontribusi hingga 6% terhadap Produk Domestik Bruto . Ketentuan dapat melakukan penjualan ke luar negeri tersebut diikuti dengan persyaratan telah atau sedang membangung fasilitas pemurnian dan membayar bea keluar. “Kalau dibandingkan dengan sektor lain, industri pengolahan berkontribusi eighty one,91%, tambang 10,80%, mugas 4,37% dan pertanjan 2,92%, ,” ucapnya. Di samping itu, perlu dilakukan pendampingan kepada pelaku usaha yang memiliki orientasi ekspor. Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan , Syaiful Anwar menjelaskan, pemerintah daerah perlu mengantisipasi sejak dini ketergantungan ekspor dari hasil tambang.

Berdasarkan EV Metal Index, nilai logam baterai mobil listrik pada Juni 2021 naik 237% yoy. Saat persediaan menipis, permintaan nikel untuk baterai mobil listrik malah melonjak. Penjualan mobil listrik dunia pada semester-I 2021 meroket 160%year-on-year. Liputan6.com, Jakarta Harga minyak turun pada hari Selasa, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya. Ini karena penurunan tajam harga kontrak minyak mentah Arab Saudi untuk Asia memicu kekhawatiran atas permintaan yang lebih lambat. Tetapi data ekonomi China yang kuat dan penghentian produksi AS membatasi kerugian.

Dari rincian yang diungkap pemerintah tersebut, realisasinya baru mencapai USD12,06 miliar terhitung hingga semester pertama tahun 2020. Lebih lanjut, untuk empat smelter yang ditargetkan pada tahun 2021 ini, meliputi tiga smelter nikel dan satu lagi adalah smelter timbal. Adapun, BPS mencatat neraca perdagangan pada Juni 2021 membukukan surplus sebesar US$132 miliar, dikarenakan nikai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor. “Di antaranya turun hasil pertanian adalah untuk komoditas tanaman obat aromatik, rempah-rempah, kopi, dan sarang burung,” jelasnya. Minyak dan gas bumi juga memberikan kontribusi sebesar US$ 1 miliar atau tumbuh 50,08%. Di bidang migas, pada semester I 2008 pendapatan ekspor sebesar US$ sixteen miliar, naik sixty five,three persen dari tahun lalu sebesar US$ 9,7 miliar.

Cadangan batubara terbesar ditemukan di Amerika Serikat, Russia, Republik Rakyat Tiongkok , dan India. Darmin menuturkan, pemerintah akan terus mengintensifkan komunikasi dengan eksportir agar seluruh DHE di bawa ke dalam negeri. “Hasil ekspornya 100 persen harus kembali ke Indonesia, boleh dalam bentuk USD atau bisa ditempatkan di bank-bank BUMN dalam negeri, seperti kan ada BNI di Hong Kong, BNI di Singapura. Tidak ada alasan. Kalau pinjam dalam mata uang asing, bisa dibayar dari sini,” ungkap dia. “Kami akan terapkan peraturan bahwa satu ekspor semua harus pakai LC dari Kemenkeu dan Kemendag,” kata dia. Lalu, bagaimana keandalan armada pengangkutan, dan perhitungan besarnya stockpile batu bara yang harus dimiliki setiap PLTU PLN. Menurut Singgih semua hal tersebut harus dipetakan lebih lanjut.